PT. Bank Maluku-Malut di Namrole Naik Status Jadi Cabang | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

PT. Bank Maluku-Malut di Namrole Naik Status Jadi Cabang

NAMROLE - BBERITA MAKUKU. PT. Bank Maluku - Maluku Utara di Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) sebelumnya sebagai Cabang Pembantu dibawah Cabang Namlea, kini resmi naik statusnya menjadi Cabang Namrole.

Peresmian ditandai penekanan tombol sirine oleh Sekda Buru Selatan, Iskandar Walla didampingi Direktur Kepatuhan PT. Bank Maluku-Malut Abidin, Kepala PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole Abubakar B Buamona, Ketua DPRD Kabupaten Bursel Muhajir Bahta dan Kapolsek Namrole AKP Yamin Selayar di Kantor PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole, Senin (16/12).

Sekda ketika membaca sambutan Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa mengaku, bahwa peningkatan status Kantor PT. Bank Maluku-Malut Cabang Pembantu Namrole menjadi Kantor Cabang Namrole merupakan harapan, dambaan serta permintaan pemerintah daerah dan masyarakat Bursel.

“Pada kesempatan ini atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bursel, saya menyambut gembira dan memberikan apresiasi serta terima kasih kepada Pimpinan Bank Maluku-Malut atas diresmikannya PT. Bank Maluku-Malut Cabang Pembantu Namrole pada hari ini yang naik status menjadi PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole,” katanya.

Selaku pemegang saham dari sekian pemerintah daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Maluku dan Maluku Utara, jelasnya, Bank Maluku-Malut Cabang Namrole ini merupakan bank kebanggaan bersama yang patut kita dukung, kembangkan dan lestarikan keberadaannya.

Walla menjelaskan, sejak beroperasi pada tahun 2009 lalu hingga saat ini, Bank Maluku-Malut telah banyak membantu Pemerintah daerah maupun masyaraat daerah ini, baik sebagai pemegang kas Pemerintah Daerah, membantu pengembangan ekonomi rakyat melalui pemberian kredit usaha kepada pelaku usaha, pegawai negeri dan masyarakat lainnya.

Lanjutnya, serta penghimpunan tabungan masyarakat maupun pemberian layanan jasa-jasa perbankan lainnya sehingga perputaran ekonomi di daerah semakin cepat dan lancar.

Lanjut Walla, khusus di bidang Pemerintahan, PT. Bank Maluku-Malut juga turut serta dalam menunjang pembangunan daerah sesuai Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten, diantaranya melalui pemberian bantuan pinjaman kepada pengusaha di bidang perhubungan, pertanian dan perikanan, usaha mikro kecil dan menengah, juga bantuan kredit kepada pegawai pemerintah daerah, serta pelaku usaha dan bisnis dalam segala sektor dan bidang, yang meliputi proyek-proyek infrastruktur daerah, sarana dan prasarana pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya, sampai pada pembangunan perdesaan.

Saat ini melalui penerapan aplikasi CMS (Cash Management System) sehingga memperlancar dan mempermudah pemantauan aktivitas transaksi pemerintah daerah secara real time.

Saat ini kata Walla, pemerintah daerah Kabupaten Bursel sementara menjajaki kerja saa dengan PT. Bank Maluku-Malut, Badan Pemeriksa Keuangan maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam hal penerapan aplikasi Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah, dan aplikasi Pembayaran SP2D Online.

“Pemungutan atau pembayaran pajak online bertujuan guna mengoptimalisasi pendapatan asli daerah, kemudahan penyetoran oleh wajib pajak hingga efektivitas pengawasannya. Sedangkan aplikasi SP2D online bertujuan guna optimalisasi pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel serta real time,” jelas Walla.

Lanjutnya lagi, dengan melihat begitu besarnya peran yang diberikan Bank Maluku-Malut Cabang Namrole di Kabupaten Bursel dalam menunjang pemerintah daerah maupun pertumbuhan ekonomi, maka otomatis dengan adanya peningkatan statusnya menjadi kantor cabang memberikan kewenangan maupun volume usaha yang lebih besar bagi pimpinan dan staf bank akan memudahkan percepatan layanan, akses layanan dan cakupan layanan baik kepada pemerintah daerah, para pelaku usaha serta masyarakat yang membutuhkan layanan bank yang berdampak pada percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat dan daerah Kabupaten Bursel.

“Harapan pemerintah daerah sebagai salah satu pemegang saham, dengan ditingkatkannya status Kantor PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole, PT. Bank Maluku-Malut dapat lebih maju dalam melakukan pengembangan dari sisi teknologi informasi, seperti aplikasi Mobile Banking yang telah dimiliki saat ini," ucap Walla.

Tambah Walla masih berharap agar PT Bank Maluku-Malut juga dapat melakukan sosialisasi terhadap aplikasi tersebut secara berkesinambungan agar dapat diketahui fungsi serta kemudahan-kemudahan pada fotur-fitur yang ada pada aplikasi Mobile Banking dimaksud dan dapat dimaksimalkan penggunaannya oleh masyarakat Kabupaten Bursel pada khususnya serta masyarakat Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada umumnya, dan juga dapat bersaing dengan bank-bank lain yang ada di daerah.

Walla menambahkan, kepada karyawan karyawati Bank Maluku-Malut Cabang Namrole, saya berharap dengan peningkatan status tersebut kiranya mampu meningkatkan kinerja serta pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah agar jalinan kemitraan dapat terbina dengan baik dan terus ditingkatkan di masa-masa mendatang agar Bank Maluku-Malut semakin berkontribusi bagi daerah dan rakyat Bursel.

Sementara itu Direktur Kepatuhan PT. Bank Maluku-Malut dalam sambutannya mengatakan dengan diresmikannya PT. Bank Maluku di Namrole sebagai Cabang, maka tidak lagi dibawahi oleh Cabang Namlea.

“Artinya bahwa Cabang Pembantu Namrole sudah tidak berada lagi dibawa Cabang Namlea, dia sudah berdiri sendiri. Saya kira ini merupakan harapan Pemkab Bursel, Pak Buppati, Pak Ketua DPRD dan yang paling ngotot ini Pak Sekda yang selalu menanyakan Pak Abidin, kapan ini kita tidak terlalu dengar di Namlea. Nah hari ini Alhamdulillah bertepatan dengan tanggal 16 Desember 2019, pada akhirnya apa yang Bapak tagih dari kami sudah kami penuhi hari ini,” jelas Abidin.

Abidin menjelaskan, Cabang Pembantu Namrole diresmikan sejak tanggal 29 Desember 2019 dan 10 tahun kemudian baru dapat ditingkatkan statusnya sebagai Cabang karena harus mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlebih dahulu.

Lanjutnya, dengan naiknya status ini, Cabang Namrole sudah memiliki kewenangan lebih. Diantaranya jika sebelumnya Kredit Pegawai hanya Rp. 250 juta kini sudah ditingkatkan menjadi Rp. 400 juta dan diputuskan langsung di tingkat cabang tanpa harus ke kantor pusat. Begitu pun dengan kredit untuk pengusaha atau kontraktor kontruksi yang tadinya hanya mencapai Rp. 400 juta, kini sudah dinaikan menjadi Rp. 750 juta.

Ia mengaku, saat ini Bank Maluku-Malut terus berbenah dan memperbaiki pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kedepan.

Terlebih lagi, sejak 16 Agustus 2019 lalu, PT. Bank Maluku telah berada di Buku II dengan modal lebih dari Rp. 1 triliun.

“Oleh karena itu, pelayanan terkait dengan operasional bank semakin kita tingkatkan. Yang tadinya kita belum bisa diizinkan contohnya seperti Mobile Banking, sekarang Bank Maluku-Malut sudah ada fasilitas Mobile Banking,” jelasnya.

Jadi, tambahnya, bagi Bapak Ibu yang belum aplikasi Mobile Banking di Handphone bisa mendaftar di PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole untuk mendaftar dengan nomor Handphone.

“Silahkan daftar nomor HP saja. Mudah-mudahan dengan mobile banking ini Bapak Ibu tentunya lebih mudah bertransaksi, contohnya mau transaksi, tidak perlu lagi ke bank. Banyak manfaatnya di mobile banking ini,” ungkapnya.

Abdidin mengaku hingga kini masih ada pemahaman bahwa PT. Bank Maluku-Malut adalah Bank Swasta, padahal Bank ini adalah bank plat merah milik daerah.

“Perlu saya tegaskan disini bahwa bank ini adalah bank pemerintah daerah, bank milik daerah, ada 23 pemegang saham disini, yang terdiri dari 21 pemerintah kabupaten/kota dan 2 pemerintah provinsi Maluku dan Maluku Utara,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua orang untuk tidak perlu kuatir. Sebab, bank ini tidak akan pernah tutup kecuali pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi sudah bubar.

“Tidak usah kuatir, silahkan menabung dan sekali lagi saya katakana bahwa dengan kita sudah di Buku II ini kita akan semakin meningkatkan pelayanan, khususnya fitur-fitur kita semakin kita perbaiki,” tandasnya.

Selain itu, di hadapan Sekda, Ketua DPRD maupun para pimpinan OPD yang hadir, Abdidin pun menyampaikan bahwa PT. Bank Maluku-Malut sangat membutuhkan dukungan penuh karena bank ini adalah bank kita, bank pemerintah daerah.

“Siapa lagi yang akan memajukan bank ini kalau bukan kita. Karena pemegang sahamnya adalah kita. Jadi kalau kita saja tidak berfikir untuk mengembangkan kita punya bank ini, lalu siapa lagi kira-kira. Untuk itu, mari kita sama-sama lihat Cabang Namrole ini, mudah-mudahan kedepan Bank Maluku Malut Cabang Namrole ini menjadi salah satu rol mode untuk cabang-cabang lain, karena setiap tahun dilakukan penilaian terhadap kantor cabang,” harapnya.

Selain itu pun, Abidin turut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bursel dan masyarakat Bursel yang selama telah memberikan dukungan cukup baik sehhingga peningkatan status bank ini bisa terlaksana.

Sementara Pimpinan PT. Bank Maluku-Malut Cabang Namrole Abubakar B Buamona kepada wartawan mengaku sebagai pihak yang baru diberikan amanah untuk memimpin Bank Maluku-Malut Cabang Namrole.

Dikatakan, dirinya akan memberikan pelayanan yang maksimal melalui produk-produk yang dimiliki seperti Mobile Banking, peningkatan dana pihak ketiga maupun penyaluran kredit pegawai maupun kredit kepada kontraktor serta kredit usaha lainnya.

“Karena sekarang sudah diakhir tahun, berarti di tahun 2020 Cabang Namrole akan lebih eksis dan lebih maju sehingga ekonomi masyarakat di Namrole ini bisa terangkat lebih baik,” katanya.

Dilain sisi, katanya, dengan peningkatan status ini, Cabang Namrole sudah memiliki porsi pelayanan yang akan dimaksimalkan terutama kepada mitra utama pemerintah daerah, dalam hal ini pelayaan pembayaran gaji dan retribusi pajak yang online yang merupakan pendapatan asli daerah yang akan semakin dimaksimalkan. (AZMI)
Daerah 8385535101601783422
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang