Kunjungi RS Darurat Ishack Umarella, Menkes Berinama kepada Seorang Bayi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kunjungi RS Darurat Ishack Umarella, Menkes Berinama kepada Seorang Bayi

AMBON - BERITA MALUKU. Tidak hanya Wakil Gubernur, Barnabas Orno, yang memberi nama seorang bayi yang baru dilahirkan, dengan nama Muhammad Abas Orno, hal yang sama juga ditunjukan Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek, yang memberi nama seorang bayi yang baru dilahirkan, di tenda kesehatan produksi (Kespro) Rumah Sakit Darurat dr. Ishack Umarella, di kawasan Universitas Darusalam, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/10).

Bayi tersebut beranama Eka Juwita Nilasari, lahir pada tanggal 14 Oktober pukul 03.07 WIT, yang merupakan anak keempat dari pasangan Fahrizal Fahri dan Ida Lestaluhu. Nilasari merupakan nama depan dari Menteri Kesehatan.

Tidak hanya itu saja, Menkes juga sempat menggendong bayi Eka Juwita Nilasari dihadapan ibunya, Ida Lestaluhu di Tenda Kespro tersebut.

Kepada awak media, Ida Lestaluhu mengatakan, sangat senang karena anaknya dinamai dan tersemat nama Menteri.

"Sangat senang dan bangga. Kebetulan belum ada nama yang pas sebelumnya," ucapnya.

Dirinya berharap, dari pemberian nama tersebut, bayi-nya kelak bisa menjadi anak yang saleha dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa.

"Mudah-mudahan bisa jadi dokter seperti ibu Menteri," tuturnya.

Karena masih trauma, kedua pasangan suami itsri dan anaknya yang baru lahir tiga hari itu, akan kembali bertahan di lokasi pengungsian.

"Masih takut, jadi kita masih bertahan disini," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga memastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan sebagaimana mestinya.

"Karena saya mendengar kita seolah-olah kita tidak melakukan pelayanan kesehatan, kita lakukan (pelayanan), ini dokter-dokter semua mereka tinggal disini, sampai tinggal di mobil, ada enam spesialis. Tadi saya lihat ada kamar operasinya, tempat melahirkan, tempat anak-anak dan sebagainya," tuturnya.

Disinggung pelayanan kesehatan di wilayah SBB yang juga masuk dalam wilayah terdampak, Moeloek memastikan tetap berjalan.

"Ada puskesmas dan rumah sakit, semua bergerak," sambungnya.

Untuk Rumkit dr. Ishak Umarela yang rusak, Moeloek mengatakan tidak dimungkinkan lagi untuk dibangun di lokasi yang saat ini. Tetapi harus dicari lahan baru.

"Rumah sakitnya kena, kalau itupun diperbaiki kami ragu, karena itu dari sumber air panas, gempanya dekat pantai, episentrumnya ada disana. Jadi harus dipikirkan, barangkali tidak mungkin disana lagi membangunnya, tetapi mencari lahan yang amanlah,"tuturnya.

Sementara terkait rumkit darurat dr. Ishak Umarela di lokasi pengungsian yang masih menggunakan tenda, Moeloek berharap untuk sementara bisa dipindahkan ke dalam bangunan gedung kampus Unidar Tulehu.

"Nah ini lebih lebih bagus, tapi hanya semmentara artinya kami gedung darussalam, tapi sementara pakai tenda dulu. Tapi tetap pelayanan kesehatan tetep (jalan) ya," tandasnya.
Headline 6629939089819497378
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang