BNPB: Pekan Ini Data Bencana Sudah Harus Tercover | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

BNPB: Pekan Ini Data Bencana Sudah Harus Tercover

Budi Erwanto
AMBON - BERITA MALUKU. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap seluruh data, baik itu pengungsi maupun kerusakan akibat Gempa, dalan pekan ini sudah harus disampaikan.

"Kita berharap pemerintah daerah terdampal bencana, agar lebih serius untuk menghimpun data by name by addres dan tidak ada yang tertinggalkan, sehingga sudah bisa disampaikan pekan ini," ujar Kepala Sub Direktorat (Kasubdit), Kompensasi dan pengembalian hak pengungsi, kapasitas, BNPB, Budi Erwanto kepada awak media di Posko Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) di Korem 151/Binaya, Batu Gajah, Ambon, Selasa (15/10).

Dirinya tidak memungkiri, sampai saat ini sudah ada sebagian data pengungsi yang masuk, namun masih dinamis, karena masih diinput dan itu hal biasa. Seperti hal yang terjadi di Karo, Sumatera Utara, dari 8 ribu menjadi 11 ribu.

"Kenaikan data itu boleh, tidak harus dikunci, jangan takut itu. Tetapi yang jelas semua data itu sudah bisa tercover sehingga bisa ada SK dari Bupati/Walikota, untuk diserahkan ke kita," tandasnya.

Ditanya mengenai masa tanggap darurat di Kabupaten Maluku Tengah dan SBB yang akan selesai 16 Oktober, namun data belum disampaikan, menurutnya penetapan tanggap darurat itu berdasarkan kondisi yang didukung oleh kemudahan akses, ketika ada korban yang belum ditemukan, pencarian belum selesai dan masyarakat masih membutuhkan maka tanggap darurat tetap berjalan.

Sebaliknya, jika wilayah itu sudah aman, pelayanan publik sudah berjalan, RS sudah berfungsi, begitu juga sekolah, maka akan dilanjutkan ke pemulihan, walaupun masih dalam kerangka tanggap darurat.

Sedangkan, bagi yang rusak, dan ingin mendirikan tenda sementara untuk proses belajar mengajar, kata Pendamping BNPB ini, jika pemda tidak mempunyai dana, Kepala Daerah melalui Dinas Teknis bisa langsung menyurati, pasto BNPB akan membantu.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengungsi yang rumahnya rusaj berat, BNPB tidak akan membangun hunian sementara (Huntara). Alasannya itu akan mubadzir. Melainkan akan dibangun hunian tetap.

"Jadi korban gempa yang rumahnya dibangun itu akan disewakan rumah untuk tinggal sementara selama proses pembangunan hunian tetap," ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan, Kepala BPBD Maluku, Farida Salampessy, mengutarakan data yang masuk masih fleksibel namun kecenderungan menurun khusunya pengungsi, sedangkan kerusakan rumah bertambah.

Walaupun demikian, dirinya berharap pemda daerah terdampak bencana agar segera menyampaikan data, yang nantinya tertuang dalam SK Bupati/Walikota, sehingga bisa ditetapkan.
Bencana Alam 293843085768399566
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang