UKM Kecewa, Souvenir Ambon Tak Dilirik Wisatawan Perancis | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

UKM Kecewa, Souvenir Ambon Tak Dilirik Wisatawan Perancis

BERITA MALUKU. Sejumlah Pengusaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Ambon yang menjajakan berbagai cinderama atau souvenir khas daerah ini, tak dilirik sama sekali oleh ratusan wisatawan Perancis yang mengujungi Kota Ambon menggunakan Kapal L’Austral, pada Jumat (23/3/2018).

Tak diliriknya ataupun tak dibelinya cinderamata oleh para turis mancanegara, membuat pengusahan kecil yang bergiat di sektor usaha pariwisata ini kecewa. Pasalnya, para UKM ini sudah diberitahukan untuk hadir lebih awal dengan berbagai produk usahanya untuk dijajakan sejak pagi buta di Ruang Pelabuhan Yos Sudarso.

Sayangnya, sejak kedatangan hingga kepergian para turis pada pukul 13.00 wit, tak satupun dari mereka yang diarahkan instansi berwenang untuk membeli souvenir UKM.

“Untuk itu, kita sebagai UKM yang menjual souvenir merasa kecewa, karena tak ada yang mengarahkan mereka untuk menghampiri tempat kami. Soal beli atau tidak itu tak menjadi masalah, tetapi coba untuk mengarahkan turis ke lokasi souvenir itu sudah cukup, karena kita datang di sini sejak pagi-pagi buta,” kata Niko Watumlar, salah satu UKM Kota Ambon kepada Berita Maluku Online di ruang tunggu Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Hal senada disampaikan Hasan, salah satu pengusaha kecil kerang – kerangan Batu Merah. Dia mengaku bingung dengan kondisi tersebut, sebab selama ini, dari instansi terkait atau pun para guide atau pun biro travel yang menghandle perjalanan wiasata turis selalu mengarahkan para wisatawan itu untuk melihat-lihat hasil karya UKM yang tempatnya sudah dipersiapkan, namun kali ini, keberadaan UKM diacuhkan begitu saja.

“Saya juga bingung. Tetapi ini mungkin kurang adanya koordinasi saja sehingga turis-turis itu tak diarahkan ke tempat souvenir UKM yang sudah disediakan. Tapi jujur diakui bahwa partisipasi para UKM Kota Ambon cukup baik untuk memamerkan hasil karyanya demi mendukung pihak Dinas Pariwisata,” kata Andre Tecer, Ketua Perkumpulan Perajin Cinderamata lokal di Kota Ambon.

Sementara itu, Ketua HPI Maluku, Adit Sam yang dihubungi di lokasi pelabuhan Yos Sudarso juga mengaku tak diberitahukan untuk mengarahkan para turis ke lokasi penjualan cinderama UKM Ambon.

“Tak ada koordinasi untuk itu, jadi kita juga tak tahu,” ujarnya.

Staf Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Yakob Sipahelut yang dikonfirmasi di sela-sela usainya kunjungan turis itu, mengaku tak ada koordinasi dari pihak Dinas Pariwisata Kota Ambon sehingga pihaknya juga tak mengetahuinya.

Sementara itu, pantauan Berita Maluku online, tak ada satupun wisatawan Perancis yang menyinggahi kota Ambon untuk membeli produk usaha cinderamata UKM Kota Ambon yang ditawarkan. Bahkan pihak ‘money changer’ dari beberapa bank yang ditempatkan di lokasi ruang tunggu mengaku tak satupun turis mancanegara yang datang menukarkan uang asing baik euro maupun dollar yang sering dipakai dalam transaksi jual beli mata uang asing. 

“Dari pagi sampai siang sejak kapal ini tiba dan berangkat, tak ada satupun turis yang menukarkan uangnya di kita,” tandas petugas bank tersebut- yang enggan mempublikasikan namanya. (e)
Pariwisata 2535476654961172580

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang