Akibat Menunggak, PLN Putus Aliran Listrik di BPMDPP Bursel | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Akibat Menunggak, PLN Putus Aliran Listrik di BPMDPP Bursel

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Akibat menunggak rekening PLN mencapai Rp9 juta, PLN Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) akhirnya memutusukan aliran listrik di kantor Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan (BPMDPP) Bursel. Pemutusan aliran listrik di instansi itu menyebabkan terhambatnya aktivitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan pembuatan berbagai perizinan.

Sekretaris BPMDPP Kabupaten Bursel, Nus Anakotta dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (16/11/2017) membenarkan telah dilakukan pemutusan aliran listrik oleh pihak PLN, karena adanya tunggakan yang belum dilunasi oleh BPMDPP Kabupaten Bursel sebesar Rp9 juta.

“Sebelumnya kami sudah menerima surat dari pihak PLN. Dan pemutusan listrik itu sudah merupakan konsekuensi karena adanya tunggakan. Jadi sekarang ini aktivitas di kantor menjadi lumpuh total,” kata Anakotta.

Salah satu staf BPMDPP Bagian perizinan, Hadija Niapele kepada wartawan, Kamis (16/11/2017) mengaku resah. Menurutnya, bukan saja aliran listrik yang diputus, tapi jaringan Parabola Artha Graha yang berada di depan kantor BPMDPP Bursel juga telah dilepas, diduga akibat belum dibayar.

“PLN sudah putus aliran listrik Rabu kemarin sore karena belum bayar tunggakan listrik, belum lagi jaringan Parabola Artha Graha yang dilepas karena hal yang sama. Ada juga sejumlah barang yang diambil dari kantor ini karena hutang yang belum dilunasi. Ini kan menghambat aktivitas, jadi kami tak tahu mau bagaimana lagi,” ungkap Hadija.

Selain meninggalkan banyak hutang, para pegawai di instansi tersebut juga mengakui, sampai saat ini ada lebih dari 30 Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang belum menerima gaji honor bulan Oktober 2017. Begitupun sejumlah pejabat Esalon III dan IV, belum mendapatkan tunjangan perumahan.

“Karena belum dapat honor, banyak staf mogok kerja,” kata mereka.

Sekretaris BPMDPP Kabupaten Bursel, Nus Anakotta mengakui bahwa sebelumnya Bendahara sudah mencairkan honor PTT sebesar Rp34.600.000 yang menjadi hak para PTT di bulan Oktober 2017. Tapi pasca pencairan honor, Bendahara tidak langsung membayar sehingga honorer pun mogok kerja.

“Beberapa waktu lalu pasca dicairkan anggaran itu, saya memimpin honorer untuk datang minta langsung ke Bendahara, dan sempat terjadi aduh mulut juga. Jadi sampai saat ini, puluhan PTT belum mendapatkan honor mereka. Selain itu tunjangan perumahan pejabat Eselon III dan IV juga belum dibayarkan. Ada yang baru bayar tiga bulan hingga tujuh bulanan. Sedangkan sisanya entah dikemanakan,” ungkapnya.

Anakotta mengaku telah mendapatkan laporan, terkait dicopotnya parabola Artha Graha di kantornya, begitu pula sejumlah asset BPMDPP berupa mesin air maupun profil tank air juga telah diangkat dan tak ada di kantor lagi.

“Parabola Artha Graha Mesin air dan profil tank air di kantor juga sudah tak ada. Apakah itu karena persoalan utang atau apa, Pak Kadis pasti lebih tahu,” ucapnya.

Sementara Bendahara BPMDPP Kabupaten Bursel, Eka Solissa yang ditemui wartawan mengaku akan segera membayar tunggakan listrik, kendati dirinya mengaku sudah pernah membayar.

“Sebentar sore beta akan pergi bayar di PLN,” katanya singkat kepada wartawan di Penginapan Rozalia Waenono.

Sementara Kepala BPMDPP Kabupaten Bursel, Rony Lesnussa yang hendak ditemui tidak berada di kantor karena sementara berada di Ambon. (LE)

Daerah 2937887725613200382

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang