Pelatihan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Digelar di Masohi | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pelatihan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Digelar di Masohi

BERITA MALUKU. Pelatihan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi Tim Pemicu Desa Program Kesehatan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) untuk menurunkan stunting (masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama), Tingkat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2017, digelar di Hotel Lelemuku, Masohi, ibukota Kabupaten Malteng, Rabu (14/6/2017).

Asisten I Setda, Wem Istia mewakili Bupati Malteng Tuasikal Abua dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini sangat penting dan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kesehatan, petugas sanitasi, dan kader desa/negeri selaku promotor kesehatan dalam merencanakan dan melaksanakan program pemicu STBM sebagai bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat melakukan perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat guna mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan di Malteng saat ini.

Dikatakan, pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional diarahkan untuk meningkatkan kesehatan, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.

"Untuk mencapai tujuan itu, melalui PKGBM diharapkan menurunkan prevalensi stunting melalui intervensi terpadu gizi dan sanitasi," katanya.

Masih menurut Bupati, berdasarkan data dan fakta di Indonesia termasuk di Malteng, kondisi stunting menduduki peringkat ke lima. Karena lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tinggi badannya berada di bawah rata-rata.

Salah satu penyebab yang mengakibatkan peningkatan kasus stunting adalah permasalahan akses sanitasi yang layak.

Terkait itu, di Malteng masih sering ditemukan perilaku masyarakat yang tidak bersih dan sehat seperti kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan, sehingga berdampak buruk pada kondisi sanitasi lingkungan yang tidak layak bagi kesehatan masyarakat.

"Olehnya itu, program STBM baik di tingkat kecamatan maupun negeri sebagai salah satu pendekatan yang cukup efektif perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan untuk mengatasi keberhasilan pengendalian stunting," jelasnya.

Bupati berharap agar promotor kesehatan khususnya Tim Pemicu STBM Negeri, mampu membebaskan wilayah dampingan program menjadi desa/negeri Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dengan melakukan serangkaian intervensi mulai dari sosialisasi, pelatihan sampai melakukan pemicuan kepada masyarakat negeri. Karena masalah sanitasi dan air minum pun tidak dipungkiri sangat berpengaruh terhadap kondisi pertumbuhan fisik, otak, dan pertumbuhan. (NK)
Malteng 2960376722124604982

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang