Supir Angkot di Ambon Mengeluh Tidak Dapat Premium di SPBU | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Supir Angkot di Ambon Mengeluh Tidak Dapat Premium di SPBU

BERITA MALUKU. Sejumlah supir angkutan kota (Angkot) di Kota Ambon mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium atau bensin pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Sejak pukul 10.30 WIT, sejumlah SPBU yang kami datangi sudah tidak melayani pengisian premium karena stoknya sudah habis," kata Frengky, seorang supir angkot jurusan Kudamati-terminal Mardika, di Ambon, Sabtu (8/4/2017).

Ia mengatakan dirinya saat ingin mengisi BBM di Pohon Puleh ditawari pengisiaan BBM jenis pertalite oleh petugas SPBU, meski pun dalam tangki mobil angkotnya masih ada premium.

Menurut dia, awalnya tawaran itu diragukan karena takut terjadi kerusakan mesin kendaraan akibat campuran dua jenis BBM yang berbeda.

"Sejak keluar untuk beroperasi mencari penumpang dari pagi hari, saya sudah siapkan dana untuk pembelian premium untuk 25 liter, tetapi hilangnya jenis BBM tersebut membuat dirinya terpaksa membeli petralite dengan harga yang lebihi tinggi," ujarnya.

Menghilangnya BBM jenis premium di SPBU membuat sejumlah supir angkot juga merasa keberatan dengan tarif yang melayani trayek dalam kota menuju terminal Mardika sebesar Rp3.000 untuk penumpang umum dan Rp2.000 bagi mahasiswa dan anak sekolah.

"Kalau mau menunggu hingga premium masuk di SPBU tentunya membutuhkan waktu lama sementara kami harus beroperasi mencari penumpang," katanya, Sejumlah petugas SPBU mengatakan suplai BBM jenis premium dari pertamina sekarang terbatas sesuai kuota yang diberikan.

Abdullah, salah satu supir angkot jurusan Takake-Mardika mengatakan, harga BBM jenis petralite di SPBU mencapai Rp7.600 per liter dan lebih tinggi dari harga premium Rp6.400 per liter.

"Kalau BBM jenis premium terus menghilang di SPBU seperti begini lalu harus diganti dengan petralite maka harga angkot juga harus disesuaikan, karena para supir angkot harus mencari uang setoran, uang minyak, dan sedikit uang untuk dibawa pulang ke keluarga," katanya.

Para supir angkot ini bahkan mencurigai jangan sampai ada unsur kesengajaan pihak Pertamina agar semua kendaraan bermotor hanya menggunakan petralite.

Namun dugaan itu sebekumnya dibantah pihak Pertamina saat memberikan penjelasan ke Komisi B DPRD Maluku bulan lalu, Ketua komisi B DPRD Maluku, Rein Toumahuw mengatakan, kelangkaan bukan karena kesalahan mereka karena arus lalu lintas kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak yang padat menjadi penyebab terjadinya kelangkaan BBM selama ini.

Untuk melakukan pengisian di tangki penampung BBM Wayame, setiap kapal harus merapat di dermaga lalu menyuplainya lewat pipa-pipa induk ke tangki sehingga prosesnya cukup memakan waktu.

Kemudian armada kapal tanker ini harus melakukan suplai BBM lagi ke Ternate, Provinsi Maluku Utara serta Provinsi Papua.

Menurut dia, pihak Pertamina sendiri berharap agar dalam tahun ini bisa ada kebijakan pusat untuk membangun tangki penampungan BBM di Maluku Utara maupun Papua agar jalur lalu lintas kapal pengangkut BBM tidak terlalu padat dan proses pengisian ke tangki Pertamina lebih cepat.

Kemudian distribusi ke setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang ada juga lebih cepat dan tidak membuat masyarakat mengantri dengan perasaan khawatir.
Ambon 2308752760533790213

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang