Kadis Kesehatan Akui Malteng Darurat Dokter | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Kadis Kesehatan Akui Malteng Darurat Dokter

BERITA MALUKU. Sebanyak 33 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di kabupaten Maluku Tengah (Malteng), hanya 17 Puskesmas yang terisi tenaga dokter, dan 16 puskesmas lainnya tidak terisi.

Belum lagi beberapa Rumah Sakit milik pemda Malteng, sampai saat ini masih sangat minim tenaga dokter.

Tidak hanya itu, tenaga medis jalur PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang bertugas di Malteng per Mei 2017, semua sudah angkat kaki dari Malteng, lantaran tenaga medis jalur PTT tidak bisa diperpanjang lagi.

Apalagi program Nusantara Sehat (NS) dari Kementerian Kesehatan, yang sempat didengungkan Kepala Dinas Kesehatan Malteng, Jeny Adijaya, dimana Malteng tidak mendapat kebagian program tersebut.

Bukankah hal ini kontradiksi dengan Visi - Misi Bupati dan Wakil Bupati Malteng periode 2012-2017, yang akan menciptakan pelayanan kesehatan yang primer Untuk masyarakat Malteng.

Jeny Adijaya yang dikonfirmasi, di ruang kerjanya, di Masohi, Selasa (18/4/2017), terkait Malteng tidak dapat jatah program NS, tidak bisa berbicara banyak, bahkan ia sangat mengharapkan Malteng untuk periode berikutnya, dapat kebagian Program NS tersebut.

Bahkan Adijaya sendiri baru kaget Malteng tidak dapat kebagian Nusantara Sehat.

"Tidak dapat ya, kita tunggu periode berikutnya, tapi tetap surat kita sudah kirim ke kemenkes Soal formasi NS," kelit Adijaya.

Ia juga mengakui, Malteng saat ini dikategorikan Kabupaten yang sedang mengalami darurat Dokter.

"Betul itu kita darurat," singkat Adijaya saat disinggun Malteng sedang darurat Dokter atau darurat tenaga medis.

Meski begitu, Adijaya mengklaim pihaknya sedang berusaha mempersiapkan formulasi program rekrut tenaga Dokter, tetapi tidak dibayar dalam bentuk gaji hanya sebatas Insentif.

Ia mencontohkan, saat ini Malteng memiliki salah satu Dokter spesialis Kandungan dan Ahli kebidanan. Namun pembayaran gajinya dalam bentuk insentif dari kemenkes.

"Saya akan konsultasikan dengan BPKP, apakah bisa kita berlakukan insentif daerah, untuk nantinya tenaga dokter baru kita rekrut, tetapi kita bayar dalam bentuk hanya sebatas insentif. Mudah-mudahan bisa," beber Adijaya.

Apakah kekurangan tenaga dokter di bumi Pamahanu Nusa itu bisa cepat terisi atau sebaliknya, persoalan darurat tenaga media terus menerus seperti ini? kita tunggu saja.
Malteng 8960192428296339386

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang