Tutup Tanwir Muhammadiyah, Wapres: Ambon Berikan Pengalaman Hidup Kepada Saya | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Tutup Tanwir Muhammadiyah, Wapres: Ambon Berikan Pengalaman Hidup Kepada Saya

BERITA MALUKU. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan, kedatangannya di Maluku selain untuk menutup Sidang Tanwir Muhammadiyah, tetapi juga karena Ambon yang telah memberikan pengalaman hidup yang berarti kepada dirinya.

“Saya datang untuk Ambon dan Muhammadiyah. Keduanya memberikan pengalamaman hidup kepada saya, karena itu saya datang disini,” ujar Wakil Presiden dalam sambutannya pada penutupan Tanwir Muhammadiyah, berlangsung di Islamic center, Minggu (26/2/2017).

Dikatakan, selama ini Muhammadiyah memiliki kontribusi bukan hanya pemikiran yang ditunjang dengan langkah-langkah untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, adil dan makmur untuk seluruh bangsa Indonesia.

Begitu juga tema Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan dan Keadilan Sosial Untuk Indonesia Berkemajuan”. Dimana keadulatan dan keadilan bukan hanya menjadi masalah di negeri ini tetapi seluruh dunia, yang harus diperbaiki dan dilaksanakan. Apalagi Indonesia yang telah meletekan keadilan sosial sebagai falsafah yang tinggi untuk bangsa ini, yang tertuang dalam sila 5 Pancasila "Keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia." Namun sayangnya sila ke-5 ini paling sulit untuk dilaksanakan.

“Untuk itu, hal ini tepat untuk dibicarakan dalam sidang Tanwir Muhammadiyah,” ucapnya.

Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, termasuk Muhammadiyah untuk bekerja dalam mewujudkan keadilan dan Indonesia berkemajuan.

Untuk mengupayakan hal tersebut, pemerintah telah menetapaknnya dalam kebijakan dan anggaran yang sangat besar untuk pembangunan di seluruh bidang baik itu infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Tetapi ada satu hal yang tidak dapat diberikan pemerintah, yakni mendorong umat beragama untuk membuat inovasi. 

“Saya meminta kepada imam, pendeta dan pastor dalam khobatnya, tidak hanya membicarakan halal haram, surga dan negara, etika keagaman tetapi selalu berbicara kemajuan yang dicapai bersama-sama. Berikan semangat kepada umat, memberikan kebersamaan semua agama untuk secara bersama-sama memajukan negara ini,” pintanya. 

Selain itu, ketua Umum Pimpinan Pusat Dr. KH. Haedar Nashir, M. Si, dalam sambutannya menegaskan, Muhammadiyah akan tetap berkomitmen untuk membangun bangsa dan negara ini dengan spirit Islam yang berkemajuan.

“Kami akan selalu apresiasi langkah dan kebijakan tokoh bangsa yang memiliki andil untuk menegakan kemajuan bangsa yang kita cintai ini,” ujarnya. 

Dirinya menegaskan, Muhammadiyah akan berdiri di garis sebagai gerakan dakwa kemasyarakatan yang non politik praktis, tetapi berperan dalam kebangasaan, kemanusiaan yang mencerdaskan seluruh umat manusia.

Yang terkandung dalam 10 karakter Muhammadiyah, yakni Muhammadiyah senantiasa beramal dan berjuang untuk damai sejahtera, Muhammadiyah selalu perbanyak kawan dan ukuwah Islamiah, Muhammadiyah senantiasa lapang dada dan memegang tegus ajaran Islam, Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan dan kemasyarakatan, Muhammadiyah senantiasa mengindahkan segala hukum peraturan dan negara yang sah, Muhammadiyah senantiasa menjalannkan misi umat ma’rufnahi munkar dan menjadi contoh teladan yang baik, Muhammadiyah aktif dalam perkembangan masyarakat dan pembangunan sesuai Islam, Muhammadiyah bekerjasama dengan golongan lain dalam mewujudkan syariat dakwah, Muhammadiyah membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain untuk memelihara masyarakat yang adil dan makmur, Muhammadiyah bersifat adil dan korektif dan bijaksana.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff mengatakan, Sidang Tanwir yang berlangsung di Ambon, Maluku, merupakan berkat yang besar dan terindah untuk rakyat. Dan merupakan moment penting yang akan selalu diangat dan tercatat dalam lembaran orang Maluku.

“Dari Tanwir kita peroleh strategi, pentingnya mengokohkan silaturahim dan ikatan sesama anak bangsa. Dalam kontek ini kita mengingat, merawat bhineka tunggal ika. Bagi kami orang Maluku, fakta kebhinekaan sudah merupakan bagian dari identitas kami,” ujarnya.

Dirinya berharap, Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam mengembangkan Islam Rahmatan (Islam berkmajuan, toleran, inklusif, pluralis) dalam rangka membangun Indonesia bekemajuan. Mengingat Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang pertama dan terbesar dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan bemartabat.()
Pemprov 8270930428730981467

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang