LIPI: Informasi Zona Gemofrologi Pulau Pombo, Perlu Gunakan Citra Satelit | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

LIPI: Informasi Zona Gemofrologi Pulau Pombo, Perlu Gunakan Citra Satelit

BERITA MALUKU. Peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPLD-LIPI) Ambon, Arif Seno Adji, mengatakan untuk mendapatkan informasi spasial yang akurat mengenai zona geomorfologi pulau Pombo, Kabupaten Maluku Tengah, diperlukan penginderaan jauh menggunakan citra satelit.

"Untuk pembangunan informasi spasial yang akurat dan detil tentang zona geomorfologi di sana membutuhkan pendekatan penginderaan jauh menggunakan citra satelit beresolusi tinggi," katanya, di Ambon, Senin (13/2/2017).

Pulau Pombo dan perairan di sekitarnya merupakan kawasan konservasi cagar alam taman laut yang ditetapkan melalui peraturan Menteri Pertanian Nomor 372 Tahun 1973.

Berdasarkan peraturan tersebut, pulau yang menjadi habitat hidup burung endemik Pombo Moluccensis itu, dibagi ke dalam dua kawasan, yakni cagar alam dengan luas wilayah sebanyak dua hektare dan taman wisata alam seluas 998 hektare.

"Pengideraan menggunakan citra satelit ini berkaitan dengan pemantauan, penilaian resiko, pemetaan dan pemodelan terhadap ekosistem terumbu karang di pulau Pombo," ujar Arif.

Menurut dia, pembuatan peta zona geomorfologi dan komunitas benthos, yakni organisme yang hidup di dalam wilayah pulau Pombo menggunakan metode delineasi berdasarkan objek secara manual dan analisa dari nilai piksel.

Sedikitnya terdapat lima zona geomorfologi terumbu karang selain daratan dan perairan dalam, yakni laguna (lagoon), rataan terumbu bagian dalam (reef flat inner), rataan terumbu bagian luar (reef flat outer), puncak terumbu (reef crest), dan lereng terumbu (reef slope).

Tiap-tiap zona tersebut memiliki luasan yang berbeda. Rataan terumbu bagian dalam memiliki luasan yang paling besar dibandingkan empat zona lainnya, yakni 71,69 hektare.

Secara spasial, zona rataan terumbu bagian dalam terdistribusi hampir di seluruh bagian rataan terumbu, terutama di sebelah selatan pulau.

"Luas laguna sekitar 28,81 hektare, rataan terumbu bagian dalam ada 71,69 hektare, rataan terumbu bagian luar 30,75 hektare, puncak terumbu 18,84 hektare, dan lereng terumbu 18,19 hektare," katanya.
Aneka 84944158756330165

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang