Antisipasi Cuaca Buruk, Distributor Ternate Diminta Perbanyak Stok Kebutuhan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Antisipasi Cuaca Buruk, Distributor Ternate Diminta Perbanyak Stok Kebutuhan

BERITA MALUKU. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), meminta distributor setempat memperbanyak stok kebutuhan pokok guna mengantisipasi cuaca buruk yang berdampak pada tersendatnya distribusi komoditas itu.

"Cuaca buruk akibat la nina kini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, untuk itu para distributor kebutuhan pokok harus mewaspadainya dengan terus menambah stok agar kalau ada hambatan dalam pengiriman kebutuhan pokok akibat dampak la nina itu, pemenuhan kebutuhan pokok ke daerah ini tetap aman," kata Disperindag Ternate Arief Abdul Gani di Ternate, Senin (10/10/2016).

Ternate, termasuk kabupaten/kota lainnya di Malut selama ini masih menggantungkan sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, cabai dan bawang dari Sulawesi dan Jawa, karena produksi di daerah itu masih terbatas.

Menurut Arief Abdul Gani, cuaca buruk sebagai dampak la nina di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah Jawa sejauh ini belum mempengaruhi pasokan kebutuhan pokok di Ternate, sehingga harga kebutuhan pokok di daerah ini masih stabil, bahkan beberapa jenis komoditas mengalami penurunan.

Bawang merah misalnya yang semula harganya Rp60.000 per kg kini turun menjadi Rp50.000 per kg, begitu pula bawang putih turun dari Rp45.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg dan cabai turun dari Rp40.000 per kg menjad Rp38.000 per kg.

Ia mengatakan kalau pun pasokan kebutuhan pokok dari Jawa atau Sulawesi tersendat akibat cuaca buruk, Disperindag Ternate telah pula menyipkan langkah-langkah antisipasinya dengan mengupayakannya dari produksi lokal, walaupun jumlahnya agak terbatas.

Pemkot Ternate telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Tidore Kepulauan dan Pemkab Halmahera Barat yang dikenal dengan nama kerja sama segi tiga emas yang di antaranya mengatur kerja sama dalam penyediaan berbagai komoditas kebutuhan pokok.

"Halmahera Barat belakangan ini terus mengintensifkan penanaman berbagai komoditas pangan yang selain untuk memenuhi kebutuhan di daerah itu, juga akan dipasok ke Kota Ternate, jadi stok kebutuhan pokok di Ternate dipastikan akan selalu aman," katanya.

Warga Kota Ternate termasuk kabupaten lainnya di Malut terus didorong untuk melakukan penganekaragaman pangan, khususnya dalam pemenuhan karbohidrat agar kalau ada masalah dalam penyediaan beras, misalnya karena ada hambatan pasokan dari luar daerah, bisa diatasi dengan pangan nonberas.

Menurut dia, di Malut banyak sumber pangan nonberas yang selama ini juga menjadi makanan tradisional masyarakat setempat seperti sagu, ubi kayu, ubi jalar, keladi dan pisang, yang produksinya melimpah.
Malut 8984977654666786775

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang