Sebagian Besar Wilayah Maluku Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Sebagian Besar Wilayah Maluku Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG

BERITA MALUKU. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan potensi banjir dan longsor sebab sebagian besar wilayah Maluku diguyur hujan hingga beberapa hari mendatang.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Minggu (17/7/2016), mengatakan, hujan dengan intensitas sedang terjadi di Kota Ambon, kabupaten Maluku Tengah maupun Buru Selatan.

Di Kota Tual, Kabupaten Buru, Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB), Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara (Malra), diprakirakan hujan ringan.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya yang secara geografis dekat dengan Timor Leste, berawan.

"Warga yang tinggal di lereng gunung hendaknya mewaspadai kemungkinan terjadi longsor dan di bantaran sungai jangan lengah terhadap ancaman banjir," ujar George.

Dia merujuk, Kota Ambon dan sekitarnya yang diguyur hujan sejak 15 Juli 2016, sebagian kawasannya longsor dan banjir.

"Kami telah mengingatkan kondisi cuaca ekstrem sejak awal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Itu hendaknya diperhatikan," kata George.

Dia juga mengingatkan masyarakat soal angin kencang dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam berpeluang terjadi di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya.

"Angin kencang tersebut mempengaruhi tinggi gelombang, terutama di laut Banda yang mencapai empat meter sehingga harus diwaspadai masyarakat pesisir bila ingin menangkap ikan," katanya.

Sedangkan, gelombang 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Seram, perairan Pulau Ambon, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Leti, Laut Aru dan Laut Arafura.

Dia mengharapkan para bupati dan wali kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrem sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan memprioritaskan keselamatan.
Bencana Alam 71577265682880312

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang