Jumlah Penduduk Miskin di Maluku Utara Turun | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Jumlah Penduduk Miskin di Maluku Utara Turun

BERITA MALUKU. Perwakilan Badan Pusat Statistik (PBS) Provinsi Maluku Utara (Malut), mencatat, jumlah penduduk miskin di Malut pada Maret 2016 mencapai 74,68 ribu (6,33 %) atau turun jika dibandinkan Maret 2015.

"Memang, penduduk miskin di Malut berkurang sekitar 5,22 ribu orang dibandingkan dengan posisi Maret 2015 yang sebesar 79,90 ribu orang (6,84 persen)," kata Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Selasa (19/7/2016).

Dia mengatakan, selama periode Maret 2015 terhadap Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 1.600 orang dari 12,25 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 10,58 ribu orang pada Maret 2016.

Sedangkan, di daerah perdesaan berkurang sekitar 3.500 dari 67,65 ribu orang pada Maret 2015 menjadi 64,10 ribu orang pada Maret 2016 dan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2016 sebesar 3,32 persen, menurun dari 3,85 persen pada Maret 2015.

Begitu pula, untuk persentase penduduk miskin di daerah perdesaan menjadi 7,44 persen pada Maret 2016 dari 7,95 persen pada Maret 2015.

"Penduduk miskin baik di perkotaan maupun pedesaan mengalami penurunan, ini diakibatkan karena pada 2016 pemerintah banyak membangun infastruktur dan lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan," ujarnya.

Misfaruddin mengatakan, untuk angka kemiskinan naik sebesar 9,44 persen atau sekitar Rp32.000, yaitu dari Rp344.088, per kapita pada bulan pada Maret 2015 menjadi Rp376.554 per kapita pada bulan Maret 2016.

Kenaikan garis kemiskinan pada daerah perkotaan sebesar 8,27 persen atau sekitar 29.830, sedangkan pada daerah perdesaan naik sebesar 9,91 persen atau sekitar 33,500.

Menurutnya, pada periode Maret 2015 terhadap Maret 2016, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) maupun Indeks keparahan kemiskinan (P2) mengalami sedikit peningkatan, baik pada daerah perkotaan maupun perdesaan dan ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin.

Dia menambahkan, pada periode Maret 2015 terhadap Maret 2016, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) maupun Indeks keparahan kemiskinan (P2) mengalami sedikit peningkatan, baik pada daerah perkotaan maupun perdesaan.

"Ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin berkurang namun rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin besar dalam periode tersebut," ujarnya.
Malut 8689452808107206221

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang