Pembangunan Jalan Layang di Desa Batu Merah Ambon untuk Atasi Kemacetan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pembangunan Jalan Layang di Desa Batu Merah Ambon untuk Atasi Kemacetan

BERITA MALUKU. Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyatakan rencana pembangunan jalan layang di Desa Batu Merah Kota Ambon bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan ini.

"Pembangunan jalan layang itu semata-mata untuk mencegah kemacetan lalu lintas sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi khususnya di Kota Ambon," kata Wagub Zeth, di Ambon, Kamis (28/4/2016).

Menurut dia, rencana pembangunan jalan layang tersebut akan diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena memerlukan perencanaan yang matang.

Karena itu, ujarnya lagi, sebelum diusulkan pihaknya perlu melakukan pendekatan dengan warga di sekitar kawasan itu, untuk mengetahui sikap mereka terhadap rencana pembangunan jalan layang tersebut.

"Apabila sikap mereka poisitif, kami bisa pindahkan mereka ke lokasi yang sudah disiapkan untuk keberlangsungan hidup mereka. Saya kira itu yang paling penting," kata Wagub Maluku itu lagi.

Rencana pembangunan jalan layang di Batu Merah, katanya pula, merupakan program Gubernur Maluku Said Assagaff.

"Program pak Gubernur sangat baik untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan itu, sehingga perlu disosialisasikan kepada masyarakat di sekitarnya," ujarnya lagi.

Gubernur, kata Wagub, sudah memberitahu Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan hasilnya dilaporkan kepada gubernur karena merupakan salah satu perencanaan yang komprehensif.

"Kenapa perlu dilakukan sosialisasi, tidak lain untuk melihat sikap masyarakat, apakah mereka mau dipindahkan atau tidak. Terkadang walaupun mereka hidup berdesak-desakan di kawasan itu, tetapi lebih senang tinggal di kawasan tersebut karena sudah lama mendiaminya," katanya pula.

"Saya kira perlu pendekatan dengan baik, mudah-mudahan mereka setuju. Pada saat mereka dipindahkan akan mendapatkan fasilitas yang sama, yakni tanah dan rumah supaya tidak ada kerugian yang mereka alami," ujar Wagub Zeth lagi.

Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi di Maluku khususnya di Kota Ambon cukup tinggi, sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat semakin terpenuhi dengan baik.

Kondisi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, akan membuat warga dari luar datang, sehingga membuat kota ini semakin padat.

"Kalau masyarakat sudah berada pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pasti membutuhkan kendaraan, rumah dan lainnya, itu berarti lahan yang sangat sempit di kota ini menjadi problem," katanya pula.

Karena itu, kata Wagub lagi, pemerintah provinsi ingin membuat perencanaan pembangunan jalan layang tersebut untuk mencegah kemacetan supaya aktivitas warga di kota ini tidak mengalami hambatan.

"Luas wilayah Kota Ambon kurang lebih 377 kilometer persegi yang didiami penduduk lebih dari 400.000 jiwa, dan Kota Ambon merupakan penduduk terpadat di Indonesia," ujarnya pula.

Karena itu, katanya pula, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi memungkinkan orang dari luar datang ke Ambon yang berarti penduduk bertambah, sedangkan lahan tidak bertambah.

"Untuk mengatasi kemacetan, kami mengambil langkah yang diperlukan, antara lain dengan membangun jalan layang.

Selain itu, katanya pula, juga perlu memberikan kepastian kehidupan selanjutnya kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan tersebut, supaya tidak menimbulkan gejolak sosial," ujar Wagub Maluku itu lagi.


Ambon 5613624822541194182

Poskan Komentar

  1. Perlu perencanaan tata kota yg komperhensif dan mendetail secara keseluruhan karena kemacetan bukan di Batumerah saja. Penyebaran gedung2 perkantoran/bisnis area dan residensial ketempat yg relatif kosong tidak berpusat di kota seperti sekarang.System transportasi darat dialihkan ke medium bus utk trayek2 tertentu akan mengurangi jumlah angkot kecil sebagai sumber kemacetan. Pusat perbelanjaan dibangun didaerah Rumahtiga/Wailela utk menarik perpindahan penduduk.Ciptakan Ambon itu bukan cuma Benteng s/d Batumerah dan Ahuru s/d Waihaong, tapi semua pesisir teluk dari Latuhalat s/d Alang dimana Pantai Utara p.Ambon Asilulu - Liang akan berdampak positip karena pintu masuk dr p. Seram. Pesisir timur sebagai akses dr pp.Lease dan pesisir selatan bisa dikembangkan sebagai daerah wisata.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang