Pattiasina: Blok Masela Harus Jadi Salah Satu Kekuatan Utama Ekonomi Maluku | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pattiasina: Blok Masela Harus Jadi Salah Satu Kekuatan Utama Ekonomi Maluku

BERITA MALUKU. Direktur Archipalego Solidaritas Foundation (Arso) Maluku, Enggelina Pattiasina menegaskan, pengelolaan ladang gas abadi Blok Masela harus menjadi salah satu kekuatan ekonomi Provinsi Maluku di masa mendatang.

"Blok Masela harus menjadi salah satu kekuatan utama pengembangan dan pertumbuhan perekonomian Maluku di masa mendatang," kata Enggelina di Ambon, Jumat (29/4/2016).

Mantan anggota DPR-RI yang berada di Ambon dalam rangka menghadiri Dies Natalis ke-53 Universitas Pattimuta (Unpatti) Ambon, mengatakan, ladang gas yang tergolong terbesar di dunia dan ada di Maluku, harus bermanfaat ganda untuk mensejahterakan masyarakat di provinsi "seribu pulau" tersebut.

Enggelina mengatakan, Maluku pernah menjadi pusaran jalur rempah dunia, begitu pun hasil perikanannya sangat melimpah, di mana kekayaan tersebut telah dikuras dan masyarakat Maluku tetap hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan tercatat sebagai daerah keempat termiskin di tanah air.

Sangat ironi jika kekayaan Maluku yang sangat besar tersebut, dikuras habis untuk kepentingan negara, sedangkan masyarakatnya tetap hidup dibawah garis kemuskinan.

Keterpurukan masyarakat Maluku ditengah gelimangan sumber daya energi yang kini diburu oleh Negara-negara maju, sungguh sangat menyayat hati, katanya.

"Sekarang Maluku menjadi incaran karena memiliki ladang gas abadi. Apapun pengelolaan dan pengembangannya maka Blok Masela harus menjadi motor penggerak perekonomian di Maluku dan mensejahterakan rakyatnya," katanya.

Sehubungan dengan itu, lulusan doktor bidang Politik dan Ekonomi di Universitas Bremen Jerman tersebut mengatakan, pemerintah Provinsi Maluku harus menyiapkan berbagai persiapan, termasuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas agar bisa mengelola Blok Masela.

Unpatti harus memainkan peran penting untuk menelurkan sarjana-sarjana berkualitas bidang migas sehingga dapat mengisi kebutuhan pangsa pasar kerja saat Blok Masela mulai beroperasi," tandasnya.

SDM Pertambangan Rektor Unpatti Ambon, Profesor Marthinus J Sapteno secara terpisah mengatakan, lembaga yang dipimpinnya telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka penyediaan SDM berkualitas yang dibutuhkan untuk pengelolaan Blok Masela.

"Kami juga telah membentuk tim khusus yang akan menangani masalah SDM. Tim ini akan melakukan pertemuan dengan Inpex sebagai kontraktor pelaksana Blok Masela untuk membicarakan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga bisa disiapkan," kata Marthinus yang akrab disapa Nus.

Unpatti Ambon juga telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun intenasional untuk pembukaan jurusan pertambangan guna mengantisipasi pengelolaan Blok Masela, di mana penerimaan mahasiswa dilaksanakan Juli 2016 bersamaan dengan musim penerimaan mahasiswa baru Keputusan pembukaan jurusan pertambangan yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik Unpatti, guna menindak lanjuti permintaan Presiden Jokowi agar sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola dan menangani pengoperasian Blok Masela, harus berasal dari Maluku.

"Menristekdikti memberikan mandat kepada Unpatti dan Politeknik untuk menyetujui pembukaan jurusan Pertambangan dan penerimaan mahasiswa baru dengan minat khusus akan dilakukan pada Juli 2016, bersamaan dengan musim penerimaan mahasiswa baru," katanya.

Menyangkut tenaga dosen, Nus mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah universitas ternama di tanah air diantaranya Institut Teknoligi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada dan beberapa universitas lainnya, termasuk laboratorium penelitian bagi mahasiswa dengan minat khusus di bidang pertambangan.
Ekonomi 7613563907596490496

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang