Penduduk Miskin di Maluku Berkurang | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Penduduk Miskin di Maluku Berkurang

BERITA MALUKU. Jumlah penduduk miskin di Maluku periode Maret hingga September 2015 berkurang sebanyak 640 orang, kata Kepala Badan Pusat Statistik Maluku, Diah Utami.

"Berdasarkan data jumlah penduduk miskin (penduduk yang pengeluarannya per bulannya berada di bawah garis kemiskinan) di Maluku pada September 2015 sebanyak 327.770 orang atau 19,36 persen dari total jumlah penduduk Maluku," ujarnya di Ambon, Selasa (5/1/2016).

Jika kita bandingkan dengan penduduk miskin di bulan Maret 2015, lanjutnya, yang mencapai 328.410 orang atau 19,51 persen, maka dalam satu tahun ini tingkat kemiskinan turun sebanyak 640 orang.

Diah mengatakan, selama periode Maret 2015 sampai dengan September 2015 penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 470 orang, sementara di daerah kerkotaan berkurang sebanyak 170 orang.

Presentase penduduk miskin di daerah perdesaan masih tinggi yaitu sebesar 26,70 persen dibanding dengan perkotaan yang mencapai 7,83 persen.

Diah menjelaskan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, dandang,pendidikan dan kesehatan).

Menurutnya, pada September 2015 sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 76 persen.

"Kalau kita lihat lagi pada periode September 2014 sampai dengan september 2015, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) menunjukan kecendrungan meningkat," ujarnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa dalam periode satu tahun terakhir rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin jauh dibawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga meningkat.

Diah menambahkan, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per bulan dibawah garis kemiskinan.

"Selama September 2014-September 2015 garis kemiskinan naik sebesar 9,6 persen, yaitu dari Rp369.738,- perkapita per bulan pada September 2014 menjadi Rp405.279,- per kapita per bulan pada September 2015," ujarnya Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan (GK) yang terdiri atas garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), maka peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibanding komoditi bukan makanan.

Pada September 2015 sumbangan GKM terhadap GK sebesar 76 persen. Masih besarnya porsi makanan dalam struktur pengeluaran penduduk adalah karakteristik penduduk miskin, yaitu penghasil penduduk lebih banyak digunakan untuk membeli kebutuhan paling dasar seperti makanan dan minuman dari pada hal lain seperti pendidikan, kesehatan,perumahan, pakian, hiburan,dan investasi. 
Headline 5417943351506784722

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang