Empat Daerah di Malut Diminta Segera Rekomendasikan Siaga Darurat | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Empat Daerah di Malut Diminta Segera Rekomendasikan Siaga Darurat

BERITA MALUKU. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) meminta empat daerah kabupaten/kota di Malut untuk segera mengeluarkan rekomendasi terkait siaga darurat kebakaran hutan.

"Kami telah menggelar rapat koordinasi dengan daerah yang dilanda kebakaran hutan dengan menghasilkan sejumlah keputusan agar daerah segera mengatasi kebakaran hutan di daerah masing-masing," kata Kadis Kehutanan Pemprov Malut Syukur Lila di Ternate, Minggu (27/9/2015).

Rapat koordinasi dilakukan dengan perwakilan empat daerah yaitu Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Utara dan Halmahera Selatan yang tengah dilanda kebakaran hutan akibat musim kemarau panjang.

Dalam rapat koordinasi itu, Pemprov Malut berharap agar kabupaten/kota bisa melakukan langkah yang akurat dan tepat dalam menangani kebakaran hutan di masing-masing daerahnya, karena dari data yang diperoleh, kebakaran tersebut hampir melanda permukiman warga setempat.

Dalam rapat itu, Gubernur Malut juga mengeluarkan instruksi untuk penanganan kebakaran hutan di kabupaten/kota, adanya alokasi dana dari APBD maupun APBN untuk menangani masalah kebakaran demi menyelamatkan hutan dan lahan perkebunan yang terbakar.

Sebelumnya, akibat kebakaran hutan itu, para petani di Ternate harus kehilangan ribuan kelapa, cengkeh dan pala di lereng Gunung Gamalama.

Kepala Seksi Operasi, Kantor Pemadam Kebakaran Kota Ternate Naim Syafar ketika dihubungi membenarkan adanya musibah kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Gamalama, akibatnya ribuan perkebunan milik warga terbakar.

"Dalam sebulan ini tercatat, ada 40 kasus kebakaran, 30 kasus diantaranya merupakan kebakaran di lereng Gunung Gamalama dan mengakibatkan ribuan pohon perkebunan warga terbakar dan gagal panen," katanya.

Di Kelurahan Marikurubu misalnya, saat ini sudah tercatat sembilan orang petani yang memiliki tanaman cengkeh dan pala terbakar saat kejadian itu dan belum ditaksir berapa kerugian material yang dialami para petani tersebut.

Dia mengatakan, dari hasil inventarisassi, salah seorang petani bernama Amir Tahir bukan saja kehilangan 50 pohon cengkeh yang terbakar, tetapi harus kehilangan 100 pohon durian yang saat ini tengah masa panen di atas areal tanah seluas satu hektar.

Selain itu, kata Syamsuddin, salah satu petani bernama Farahad Kapita harus kehilangan 30 pohon pala yang tengah masa panen dan di areal perkebunannya juga ada 21 pohon kayu manis yang sudah matang dan siap untuk dijual. (Ant/bm 01)
Malut 6605991225070385942

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang