Ari Sahertian: Jangan Sampai Warga Maluku Jadi Buruh di Tanah Sendiri | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Ari Sahertian: Jangan Sampai Warga Maluku Jadi Buruh di Tanah Sendiri


AMBON - BERITA MALUKU.
Pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela membawa harapan baru bagi Maluku. Investasi bernilai besar itu diyakini mampu menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul satu kekhawatiran yang tak boleh diabaikan: jangan sampai masyarakat Maluku hanya menjadi penonton, bahkan sekadar buruh di tanahnya sendiri.


Kekhawatiran itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Maluku, Ari Sahertian. Menurutnya, masuknya investasi migas harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku secara menyeluruh, bukan hanya menghadirkan keuntungan ekonomi bagi pihak tertentu atau daerah tertentu.


Karena itu, Ari mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota meninggalkan ego sektoral dan membangun sinergi bersama Pemerintah Provinsi Maluku agar manfaat pengembangan Blok Masela dapat dirasakan secara merata.


"Yang harus kita pikirkan adalah kepentingan Maluku secara utuh. Jangan lagi berbicara dengan ego kabupaten atau ego sektoral. Manfaat pembangunan ini harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Maluku," kata Ari kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (3/8/2026).


Politisi PKB itu menilai tantangan yang harus segera dijawab adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia mengakui, untuk sejumlah bidang teknis dalam industri migas, kompetensi tenaga kerja Maluku masih perlu ditingkatkan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menempatkan masyarakat lokal hanya pada pekerjaan berupah rendah atau pekerjaan kasar.


Sebaliknya, pemerintah daerah harus mulai menyiapkan langkah konkret melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi agar putra-putri Maluku mampu bersaing mengisi posisi-posisi strategis di industri migas, mulai dari tenaga teknis, staf profesional, hingga tenaga ahli.


"Harapan kita, masyarakat Maluku tidak hanya menjadi buruh atau pelaksana pekerjaan kasar. Anak-anak daerah harus dipersiapkan agar mampu menduduki posisi penting dalam industri ini," ujarnya.


Ari menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai proyek yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal memperoleh manfaat nyata. Menurutnya, akan menjadi ironi apabila proyek yang dibangun di Maluku justru lebih banyak dikelola oleh tenaga kerja dari luar daerah.


"Kalau orang luar yang datang mengatur daerah kita, sementara masyarakat Maluku hanya menjadi penonton atau pekerja kasar di tanah sendiri, tentu itu bukan tujuan yang kita harapkan," tegasnya.


Ia menilai pengembangan Blok Masela merupakan peluang yang telah dinantikan masyarakat Maluku selama puluhan tahun. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta menyatukan visi agar kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota saling mendukung dalam menyongsong investasi tersebut.


Menurut Ari, persaingan untuk menarik manfaat investasi tidak boleh berubah menjadi rivalitas antardaerah. Yang dibutuhkan justru kolaborasi, sehingga dampak ekonomi dari proyek strategis nasional itu dapat dirasakan secara luas, baik melalui penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya pelaku usaha lokal, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"Kita harus membuka diri menghadapi tantangan ini. Jangan lagi berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota harus terkoneksi sehingga pembangunan benar-benar membawa kemajuan bagi Maluku," pungkasnya.


Dewan 83825939462584907
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# ANEKA

Indeks