Inpari IR Nutri Zinc, Produk Biofortifikasi Salah Satu Solusi Tangani Stunting di Indonesia | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Inpari IR Nutri Zinc, Produk Biofortifikasi Salah Satu Solusi Tangani Stunting di Indonesia

Ditulis oleh: Sheny Kaihatu

VARIETAS padi Inpari Nutri Zinc merupakan varietas yang kaya kandungan Zn dan berfungsi untuk mengatasi kekerdilan (stunting). Padi Inpari IR Nutri Zinc ini sudah dirilis ke masyarakat pada tahun 2018 dan saat ini Balai Besar Penelitian Tanaman Padi tengah mengembangkan verietas padi yang dikhususkan bagi anak yang stunting atau lahir dalam kondisi pendek (cebol). Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

Pengujian materi pemuliaan padi Zn tinggi dari IRRI dimulai di Indonesia pada tahun 2009 dan diintensifkan mulai pada tahun 2013 dan kegiatan pemurnian dan seleksi materi-materi pemuliaan tersebut telah menghasilkan galur-galur harapan yang mulai diuji multilokasi pada tahun 2016 lalu.

Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi  Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak. Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

Deskripsi Inpari IR Nutri Zinc sebagai berikut :

Tahun Dilepas :  2019
Golongan :  Cere
Umur Tanaman :   ± 115 hari
Bentuk Tanaman :  Tegak
Tinggi Tanaman : ± 95 cm
Daun Bendera : Tegak
Bentuk Gabah : Ramping
Warna Gabah : Kuning jerami
Tekstur Nasi : Pulen
Kadar Amilosa : 16,60%
Berat 1000 Butir : ± 24,60 gram
Rata Rata Hasil : ± 6,21 ton/ha
Potensi Hasil : ± 9,98 ton/ha

Hama :
- Agak tahan WBC biotipe 1, 2
- Agak rentan WBC biotipe 3

Penyakit :
- Agak tahan HDB patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif
- Agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif
- Tahan blas ras 033, 073, 133
- Rentan blas 173
- Agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta

Sifat Khusus :
- Potensi kandungan Zn 34,51 ppm
- Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm

Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600
mdpl.

Demfarm padi adalah salah satu metode penyuluhan dilapangan untuk memperlihatkan secara nyata “cara” atau “hasil” penerapan suatu inovasi tenologi padi yang telah teruji dan menguntungkan bagi petani yang dilaksanakan oleh poktan, dengan luasan 1-5 ha sedangkan luasan demplot adalah 0,1 – 1 ha. BPTP sebagai Unit Pelaksana Tugas Badan Litbang Pertanian yang ada di setiap Provinsi di tugaskan untuk melaksanakan Kegiatan Produksi Benih Padi Nutri Zinc (11,25 ton). Dan kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk demfarm seluas 3 ha didesa Wai Asih Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah dan demplot seluas 1 ha di desa Jakarta Baru Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur.

Label merupakan simbol dari kualitas dari benih itu sendiri, sehingga menentukan harga jual dari benih tersebut. Benih dari jenis berlabel putih ini sulit ditemukan dipasaran namun tidak sesulit benih yang berlabel kuning, harga benih berlabel putih sangat tinggi dibanding dengan berlabel ungu dan biru karena benih ini adalah benih dasar yang merupakan benih dari hasil pertanaman benih penjenis yang mempunyai sifat kemurnian tetap tinggi.

Benih yang ditanam adalah benih label putih (Maluku Tengah) dan label ungu (SBT) ditanam tanggal 1 Maret 2020 dan tanggal 13 Maret 2020. Target hasil yang akan di gunakan oleh Dinas Pertanian propinsi Maluku adalah 11,25 Ton untuk ditanam pada musim tanam (MT) II pada luasan ±450 ha yang merupakan daerah stunting di kecamatan seram utara yaitu Desa Tihuana 250 ha, Morokai 50 Ha, Waimusi 50 ha, Samal 50 ha, Kobimukti 50 ha.

Selama pertumbuhan, petani penakar sangat serius dalam melakukan perawatan tanaman. Walau di hadang dengan pademi Corona sekalipun. Pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan oleh BPTP sebagai penyedia teknologi. Penyemprotan untuk menghalangi serangan OPT rutin dilakukan.

Pada tanggal 9 Juli 2020 tepat umur tanaman 120 hst dilakukan panen padi Inpari Nutri Zinc. Panen dilakukan secara bersama-sama oleh Bupati Maluku Tengah(Tuasikal Abua), Ibu Bupati sebagai Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus sebagai ketua Santiun, Kadis Pertanian Kab Maluku Tengah, para Penyuluh, petani dan masyarakat sekitar lokasi penanaman. Sebelum dilakukan panen bersama, terlebih dahulu dilakukan ubinan dan rata-rata ubinan untuk luasan 3 ha adalah 4,78 ton. Ini berarti melampaui target yang ditetapkan oleh Bapenas untuk Nutri Zinc di Maluku yaitu 11,25 ton.

Penulis adalah Peneliti pada BPTP Maluku

Artikel 1424520323495277405
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks