Diare Serang Puluhan Warga Karantina Lorulun, Bupati Tanimbar Naik Pitam | Berita Maluku Online | Berita Terkini Dari Maluku Berita Maluku Online
Loading...

Diare Serang Puluhan Warga Karantina Lorulun, Bupati Tanimbar Naik Pitam

SAUMLAKI - BERITA MALUKU. Akibat puluhan orang terkena diare, baik warga penghuni lokasi karantina maupun petugas penjaga lokasi karantina di Desa Lorulun, Kecamatan Wer Tamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyebabkan Bupati Petrus Fatlolon naik pitam. Orang nomor satu kabupaten julukan duan lolat ini bakal menyelidiki peristiwa tersebut.

Sebagaimana diketahui, sekitar 50-an orang terserang gangguan pencernaan (diare), diduga usai mereka mengkonsumsi hidangan santap malam yang disodorkan satuan gugus tugas penanganan dan percegahan covid-19 akhir pekan kemarin.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon yang dikonfirmasi, Senin (18/5/2020) berjanji akan menyelidiki persoalan ini.

Fatloloan menegaskan, apabila hasil penyelidikan menunjukan ada unsur kesengajaan, maka selaku ketua gugus tugas Tanimbar maupun kepala daerah, dirinya akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun sudah berbuat teledor.

"Tetapi mudah-mudahan tak ada unsur kesengajaan ya," tandasnya.

Sejauh ini, menurut Fatlolon, sejak mendengar laporan, Dia langsung memerintahkan Penjabat Sekda Ruben Moriolkosu dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Edwin Tomasoa melakukan pengecekan serta penanganan. Dan dari laporan kepada dirinya, bahwa persoalan diare yang menyerang warga karantina dan petugas telah berhasil ditangani.

Sementara itu, dari penjelasan Koordinator Bidang Penanganan Satgas Covid-19 Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ratuanak, bahwa para pasien mengalami sakit perut akibat gangguan saluran pencernaan ringan setelah mengonsumsi makan malam pada Sabtu 16 Mei.

"Memang ada yang diare, termasuk saya dan petugas yang ada di sini karena kami semua makan. Kami makan malam dan diare tadi pagi, termasuk para petugas kesehatan dan keamanan" katanya.

Menurut Juliana, tim medis menduga kuat penyebab gangguan pencernaan ringan yang dialami warga di pusat karantina karena dipengaruhi daging ayam yang dikonsumsi. Atas dugaan itu, Balai POM Saumlaki telah diterjunkan meneliti kebenarannya.

Makanan itu sendiri disediakan tim khusus yang diawasi secara ketat oleh tenaga medis, termasuk pengawasan dalam proses distribusi, sehingga dipastikan layak untuk dikonsumsi.

"Jadi saya tidak mungkin dong berencana akan mencelakakan orang lain karena ikut makan," tandas dia. (ys)
Tanimbar 4266796663599281287
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks