Tujuh Infrastruktur di Maluku, Masuk Dalam Program Pembangunan Kementerian PPN | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Tujuh Infrastruktur di Maluku, Masuk Dalam Program Pembangunan Kementerian PPN

AMBON - BERITA MALUKU. Selain Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara, Provinsi Maluku merupakan daerah yang termasuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Hal ini terbukti ditetapkan beberapa program pembangunan infrastratruktur nasional di sejumlah daerah di Maluku.

Dalam papaparanya, pada konsultasi regional wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dalam penyusunan rancangan awal renvana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, yang berlangsung di Santika Hotel, Kamis (12/09), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengutarakan, ada tujuh program infrastruktur di Maluku yang menjadi perhatian, yakni pembangunan jalan trans Maluku di pulau Seram, pengembangan program tol laut bersubsidi, melalui penyediaan rute tol laut bersubsidi dan pembangunan pelabuhan mendukung konekitivtas tol laut di Ambon, Dobo, Moa, Saumlaki, Batu Goyang, Gorom, dalam mendukung pengembangan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pengembangan bandara Gorom, yang merupakan bagian dari 25 bandara baru di tahun 2020-2024, pengembangan jalan trans lingkar pulau Suamlaki, untuk konekitivtas pulau terluar dan tertinggal, pembangunan BTS/lastmile di wilayah Maluku, dalam menuntaskan 211 desa blankspot di provinsi Maluku, PLTG/MG/GU di Ambon, pembangunan Way Apu, untuk penyediaan air baku dan pembangkit listrik, pembangunan IPLT di kabupaten Maluku Tengah, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ambon, dan kabupaten Buru.

"Semuanya ini masuk dalam highlight program prioritas infrastruktur di wilayah Maluku," ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, dirinya mengungkapkan, ada beberapa isu strategis di wilayah Maluku dan Papua yang perlu menjadi perhatian adalah pengembangan industri skala kecil menengah berbasis sumber daya alam, belum optimal. Konektivitas yang memadai dan terintegrasi masih belum terwujud, khusus kepulauan Maluku (Konektivitas intra-pulau dan inter-pulau belum memadai), potensi kawasan pariwisata berbasis alam dan budaya, belum dikembangkan dengan baik, relatif masih tingginya potensi bencana yang belum sepenuhnya diantisipasi dengan upaya kesiapsiagaan, mitigasi dan adaptasi yang komprehensif, infrastruktur dan layanan dasar yang masih terbatas, ketahanan fisik dan sosial kota masih rentang atas perubahan iklim, bencana dan polusi serta akibat kesenjangan dan kemiskinan perkotaan serta pelayanan SDM yang masih perlu ditingkatkan.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi ungkapnya, jika dibandingkan Papua dan Papua barat, di Maluku relatif tinggi, terutama di sektor pertambangan Maluku yakni 6 persen dalam 8 tahun terakhir, namun sebaliknya PDRB per kapita di Maluku relatif rendah dibandingkan Papua yang relatif tinggi.

Jelasnya, jika dilihat ada kesamaan antara Maluku dan Papua yaitu ketergantungan pada sektor pertambangan yang cukup besar. Misalkan Maluku, petroleum oils and oils obtained from bituminousn minerals, crude, jadi kembali lagi sumber daya alamnya dari tambang.

"Berarti langkah strategisnya yaitu bagiamana kita menciptakan hilirisasi berbasis sumber daya alam, makanya Marsela jangan hanya LNG, hasus ada petroke nikel ataupun industri lain yang berkembang, supaya ada disertifikasi," pungkasnya.
Headline 4101247015222562728
Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang