DPRD Bursel Panggil Kepala PLN Namrole Soal Pemadaman Listrik | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

DPRD Bursel Panggil Kepala PLN Namrole Soal Pemadaman Listrik

BERITA MALUKU. Pemadaman listrik sering terjadi di Namrole, ibukota Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Parahnya pemadaman terjadi kurang lebih satu bulan ini dan tentu sangat meresahkan masyarakat.

Menyikapi keresahan masyarakat terhadap pemadaman listrik sepihak oleh PLN, pihak DPRD Bursel pun memanggil Kepala Kantor Pelayanan PLN Namrole, Salahudin untuk memberikan alasannya dan pertanggungjawaban terkait pemadaman listrik yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi.

Pertemuan antara DPRD Bursel dengan pimpinan PLN itu berlangsung dengan agenda membahas permasalahan pemadaman listrik yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B Jamatia Boy, berlangsung di ruangan rapat pimpinan DPRD, Rabu (12/7/2017).

Dalam hearing Lintas Komisi DPRD yang digelar selama dua hari yang juga dihadiri Asisten II, Johanis Lesnussa dan Kabag Hukum Alfario Soumokil selaku utusan Pemda Bursel, Kepala Kantor Pelayanan PLN Namrole ini diberondong sejumlah pertanyaan oleh sejumlah wakil rakyat.

“Apa saja yang dilakukan PLN Namrole sampai lampu belum juga normal. Apa saja yang PLN inginkan,” tanya Ruben Tasane, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat kepada pimpinan PLN, Rabu (12/7/2017).
.
Menurut Tasane, persoalan pemadaman listrik ini sudah terjadi juga di waktu sebelumnya, dan pihak PLN beralasan, pemadaman listrik dilakukan lantaran pembangkit listrik tak mampu melayani kebutahan masyarakat.

Dengan alasan itu, pihak DPRD menyetujui Pemda Bursel membeli satu unit mesin listrik dan menghibahkannya kepada PLN dengan tujuan tak lagi terjadi pemadaman listrik.

Meski sudah membeli satu unit mesin listrik, namun anehnya, pemadaman listrik masih terjadi. Bahkan sudah memasuki sebulan ini PLN hanya memberikan alasan  seenaknya bahwa pemadaman listrik terjadi dikarenakan mesin PLN kemasukan uap air laut menyebabkan generarator pembangkit listrik rusak.

Politisi Demokrat ini mempertanyakan permintaan PLN agar Pemda dapat membantu pihak PLN untuk membangun tembok adalah sebuah solusi sehingga listrik akan normal.

"Jangan sampai ketika permintaan itu dikabulkan, ada lagi alasan lainnya. Kalau kita sudah dorong pemda untuk bangun tembok. Jangan sampai PLN menyanyi lagu baru lagi," kecamnya.

Mendengar apa yang dilontarkan wakil rakyat ini, Salahudin – Kepala PLN Namrole yang diberikan kesempatan menyampaikan alasannya dengan enteng mengatakan bahwa yang terpenting persoalan uap air bisa diatasi di areal gedung PLTD sehingga mesin bisa berjalan normal kembali.

"Relokasi itu menjawab uap air laut terlepas dari permasalahan lain," sebut Salahudin.

Dia mencontohkan, pemadaman listrik juga bisa terjadi dikarenakan adanya pohon tumbang. Dan hal ini kata Salahudin tidak
bisa dipungkiri sering terjadi.

Penjelasan Salahudin itu langsung disanggah Ketua Fraksi PDIP, Sami Latbuat. Latbual meminta agar Salahudin tak menjelaskan
keluar dari inti persoalan yang telah disepakati pada rapat sebelumnya.

Latbual mengatakan, ada dua kesepakatan yakni mengatasai jangka pendek yaitu membangun tembok sepanjang 30 meter dan tinggi 5 meter. Sedangkan Untuk jangka panjang PLTD Namrole direlokasi.

"Kita telah bersepakat kemarin, bapak menyampaikan mesin kita ada lima, yang baik empat dan rusak satu," ujar Latbual.

Masih kata Latbual, mesin akan teratasi bila kelembaban air laut tidak masuk kedalam mesin. Maka solusinya, jelas dia, ada dua hal yakni membangun tembok sepanjang 30 meter dan tingginya 5 meter.

"Itu kan bapak (Salahudin) yang minta bukan DPRD. Kedua, kita Akan mencari solusi lain untuk merelokasi gedung itu," terangnya.

Penyebab terjadinya pemadaman listrik dikarenakan kemasukan uap air laut naik ke dalam generator sehingga menyebabkan mesin pembangkit menjadi rusak.

"Jika kita mendesak pemerintah daerah membangun tembok maka tidak lagi terjadi pemadaman listrik," tandas Latbual.

Latbual kembali mengecam seraya mencontohkan, kalau di Jakarta bila listrik padam hal itu tidak terlalu lama tetapi kalau di Namrole sangat keterlaluan.

"Setiap kepala ranting alasannya berbeda-beda. Dulu ombak lebih ganas pak. Kita undang mereka katakan mesin kita tidak mampu dan dikasih mesin sudah jalan. Sekarang alasan penguapan air laut lagi," herannya.

Sejumlah anggota DPRD menilai, pihak Pemda tidak salah. Dalam menentukan lokasi PLN, karena pihak PLN sendiri yang menentukan lokasi PLN.

Asisten II dalam kesempatan itu mengatakan, pemda akan bersedia untuk membangun tembok sesuai permintaan pihak PLN Namrole.

Dikatakannya bahwa listrik adalah kebutuhan bagi masyarakat banyak sehingga pemda akan membantu.

"Kita akan secepatnya bertindak untuk selesaikan masalah ini. Dan Kami akan sampaikan ke Sekda untuk menindaklanjuti permintaan PLN," jelas Lesnussa.

Lesnussa berharap, ketika Pemda telah membantu pihak PLN untuk membangun tembok, maka tidak ada lagi terjadi pemadaman listrik.

"Kalau kita sudah membantu untuk penyelesaian permasalahan ini. Tolong PLN saya ingatkan lagi supaya lampu tidak lagi mati-mati. Kalau tidak, kita seperti orang di dalam hutan. Supaya masyarakat tidak teriak kita, baik di pemda maupun juga di legislatif,”
pungkasnya. (LE)
Daerah 7245118873593754589

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang