PMI Maluku Siagakan Personel Antisipasi Cuaca Ekstrem | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

PMI Maluku Siagakan Personel Antisipasi Cuaca Ekstrem

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku menyiagakan personel Korps Sukarela (KSR) selama satu kali 24 jam guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di Ambon.

"Ada 32 orang personel KSR yang bergantian siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi saat cuaca ekstrim," kata Sekretaris PMI Provinsi Maluku Herry Latuheru di Ambon, Kamis (15/6/2017).

Ia mengatakan anggota KSR sudah mulai disiagakan setiap hari di markas PMI Provinsi Maluku sejak Maret 2017, menyusul adanya imbauan siaga bencana cuaca ekstrem dari PMI Pusat melalui surat tertulis.

Terkait itu, PMI Provinsi Maluku juga telah memberitahukan kepada PMI di tiap kabupaten/kota agar turut bersiaga dengan membangun posko siaga dan menyiapkan anggota KSR untuk mengantisipasi bencana selama berlangsungnya cuaca ekstrem.

"Ada imbauan dari PMI Pusat melalui surat tertulis pada Maret 2017 untuk antisipasi cuaca ekstrem. Kami sudah mengkomunikasikannya dengan PMI di kabupaten/kota untuk menyikapi cuaca ekstrem dengan bersiaga sesuai arahan dari pusat," katanya.

Tidak hanya personel KSR yang bersiaga selama satu kali 24 jam, PMI Maluku juga menyediakan peralatan yang selalu siap diturunkan kapan saja. Di antaranya dua unit ambulans, tandu, life jacket, alat untuk menggali tanah longsor dan lainnya.

Karena, menurut Herry, status siaga baru akan diturunkan setelah cuaca membaik sehingga pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Dinas Sosial setempat.

Selain itu, juga rutin berkoordinasi dengan Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) untuk pembaharuan informasi cuaca terkini di wilayah Maluku.

"Kami selalu 'stay' di markas untuk mengantisipasi dampak yang terjadi, karena status siaga baru akan diturunkan setelah cuaca membaik," ucapnya.

Selama cuaca ekstrem yang telah berlangsung di Kota Ambon hampir dua minggu lamanya, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai kawasan di Kota Ambon.

Bencana longsor terparah terjadi RT 004/RW 04 Kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau pada 9 Juni kemarin, yang menewaskan seorang warga. Korban tersebut, Ny Veno Leiwakabessy (40) tewas tertimbun rumahnya yang ambruk akibat tebing di dekat kediamannya longsor.

Saat kejadian itu, PMI Maluku menurunkan beberapa orang personel KSR untuk bersama-sama dengan Basarnas setempat mengevakuasi korban.

"Kejadian yang paling parah Jumat (9/6) kemarin. Mengantisipasi bencana susulan, kami membawa bantuan beberapa terpal yang kemudian bersama warga memasangnya guna mengantisipasi arah longsor," ujarnya.
Bencana Alam 5927263095827428435

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

Indeks

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang