Koordinator MKKS Malteng: Besok Soal UN Didistribusikan ke Sekolah | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Koordinator MKKS Malteng: Besok Soal UN Didistribusikan ke Sekolah

BERITA MALUKU. Koordinator Musyawarah Kerja Kepala SMA (MKKS) Maluku Tengah (Malteng), Husen Mandati memastikan, besok Jumat (7/4/2017) soal Ujian Nasional (UN) untuk Malteng sudah didistribusikan ke setiap sekolah.

Namun kata Husen, karena saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku belum memiliki UPT di Malteng maka sekolah SMA 3 Masohi yang dipimpinnya itu ditunjuk sebagai tempat penampungan soal UN tersebut.

"Kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua Koordinasi MKKS, maka tadi saya baru melakukan pertemuan dengan beberapa Kepala SMA yang tersebar di Malteng, lebih khususnya wilayah Seram, dan hasilnya semua menyatakan siap menghadapi Ujian Nasional yang berlangsung pada 10 April. Sementara itu, soal-soal UN saat ini masih di tampung di SMA 3 Masohi," papar Husen, di ruang Kerjanya, Kamis, (6/4/2017).

Husen mengatakan, setelah ditampung di sekolahnya, soal UN kemudian akan di distribusikan langsung ke kecamatan, namun tentu sebelum itu pihaknya akan koordinasikan dengan pihak keamanan untuk memastikan kondisi soal-soal UN tidak bocor sebelum Ujian Nasional dilaksanakan.

"Setelah ditampung di sini, nantinya akan didistribusikan ke kecamatan dan selanjutnya para pengawas mendistribusikan soal UN ke sekolah-sekolah," namun kata Husen, Soal UN juga bisa didistribusikan langsung dari lokasi penampungan ke sekolah masing masing, dan kepala sekolah yang bersangkutan harus menandatangani surat pernyataan.

"Bisa juga soal UN didistribusi langsung ke sekolah masing masing, tetapi sekolah yang menerima berkewajiban menandatangani surat pernyataan siap untuk mengamankan dan secara operasioanal pihak sekolah harus membuat surat tugas untuk satgas pengamanan," tutupnya.
Pendidikan 9028454655272068175

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang