Penambang Ilegal Kembali Berkeliaran di Gunung Botak, Gubernur Perintahkan Tutup | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Penambang Ilegal Kembali Berkeliaran di Gunung Botak, Gubernur Perintahkan Tutup

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Meski hampir setahun ini pemerintah Provinsi Maluku terus melakukan pembenahan dan pembersihan di sekitar lokasi pertambangan rakyat Gunung Botak, Pulau Buru. Namun para penambang liar masih saja berkeliaran, bahkan melakukan aktifitas penambangan. Yang akhirnya berdampak terhadap kembali tercemarnya lingkungan sekitar.

Menyikapi ini, usai melaporkan kondisi terkini Gunung Botak kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Panglima Besar TNI serta Kapolri saat kunjungan di kota Ambon, pekan kemarin. Gubernur Maluku Said Assagaff, menggelar rapat terbatas guna menutup lokasi penambangan dan memulangkan para penambang.

Usai rapat, Gubernur dalam penjelasannya kepada media, Senin (27/2/2017) mengatakan, kalau hasil dari rapat ini, disepakati untuk menutup tambang. Dan dalam 20 hari kedepan, tim akan bekerja mensosialisasikan kepada masyarakat setempat terkait masalah ini.

"Ya, setelah 20 hari, kita akan rapat lagi menentukan langkah apa yang nanti kita ambil," terangnya.

Iapun berharap, para penambang yang ada disana untuk meninggalkan lokasi tambang. Sebab pasca pembersihan sungai Anahoni, ternyata kembali ditemukan fakta bahwa adanya pencemaran lingkungan.

Disinggung terkait adanya backup oleh oknum tertentu. Gubernur menepis isu tersebut. Ia katakan, sampai sejauh ini belum menerima laporan tentang hal ini.

"Yang dilaporkan adalah soal pencemaran itu," tandasnya.
Pemprov 6945140933844749278

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# DPRD MALUKU TENGAH

Indeks

# Kota Ambon

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang