Pelabuhan Tutukembong MTB Belum Difungsikan | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Pelabuhan Tutukembong MTB Belum Difungsikan

Ilustrasi
BERITA MALUKU. Pelabuhan laut Tutukembong, di Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang dibangun sejak tahun 2015 lalu, kini sudah rampung dikerjakan namun belum juga difungsikan.

Masyarakat di wilayah tersebut kini mempertanyakan kapan pelabuhan tersebut bisa difungsikan.

“Sejak selesai dibangun April 2015 lalu, pelabuhan Tutukembong belum difungsikan sampai saat ini. Tak ada kapal yang menyinggahi pelabuhan ini,” kata Batlajeri kepada Berita Maluku Online, Senin (21/11/2016).

Sebagai tokoh pemuda Kecamatan Nirunmas, dia mendesak Pemerintah Daerah secepatnya memfungsikan pelabuhan itu guna kepentingan masyarakat setempat, karena sarana ini sangat penting untuk memudahkan arus memobilisasi perekonomian masyarakat.

“Bila pelabuhan ini bisa difungsikan, otomatis masyarakat tak bersusah payah jauh-jauh ke Saumlaki, pusat ibukota Kabupaten MTB, apalagi MTB merupakan daerah kepulauan. Untuk itu kita minta pemerintah menyikapinya,” ujar lelaki tersebut.

Sementara itu, Kepala Syahbadar Saumlaki, Ny. Fera Alfaris yang dikonfirmasi terkait alasan belum difungsikannya pelabuhan kelas II Tutukembong di kantornya, enggan menerima wartawan dengan alasan yang tak jelas.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat pada tahun 2012 membangun tiga proyek pelabuhan di Provinsi Maluku, yakni Pelabuhan Tutukembong Saumlaki Kabupaten MTB, Pelabuhan Wonreli di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Pelabuhan Pulau Teor di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Pelabuhan Tutukembong merupakan pelabuhan non-komersial dibangun dari 2012 dan rampung tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp157 miliar dari dana APBN yang luasnya 70×8 M2, Trestle seluas 550×6 M2 dan Causeway seluas 310 x 6 M2.

Pelabuhan Tutukembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan pengumpan lokal, berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis. (PT/e)
Pelabuhan Tutukembong MTB Belum Difungsikan

BERITA MALUKU. Pelabuhan laut Tutukembong, di Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang dibangun sejak tahun 2015 lalu, kini sudah rampung dikerjakan namun belum juga difungsikan.

Masyarakat di wilayah tersebut kini mempertanyakan kapan pelabuhan tersebut bisa difungsikan.

“Sejak selesai dibangun April 2015 lalu, pelabuhan Tutukembong belum difungsikan sampai saat ini. Tak ada kapal yang menyinggahi pelabuhan ini,” kata Batlajeri kepada Berita Maluku Online, Senin (21/11/2016).

Sebagai tokoh pemuda Kecamatan Nirunmas, dia mendesak Pemerintah Daerah secepatnya memfungsikan pelabuhan itu guna kepentingan masyarakat setempat, karena sarana ini sangat penting untuk memudahkan arus memobilisasi perekonomian masyarakat.

“Bila pelabuhan ini bisa difungsikan, otomatis masyarakat tak bersusah payah jauh-jauh ke Saumlaki, pusat ibukota Kabupaten MTB, apalagi MTB merupakan daerah kepulauan. Untuk itu kita minta pemerintah menyikapinya,” ujar lelaki tersebut.

Sementara itu, Kepala Syahbadar Saumlaki, Ny. Fera Alfaris yang dikonfirmasi terkait alasan belum difungsikannya pelabuhan kelas II Tutukembong di kantornya, enggan menerima wartawan dengan alasan yang tak jelas.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat pada tahun 2012 membangun tiga proyek pelabuhan di Provinsi Maluku, yakni Pelabuhan Tutukembong Saumlaki Kabupaten MTB, Pelabuhan Wonreli di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Pelabuhan Pulau Teor di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Pelabuhan Tutukembong merupakan pelabuhan non-komersial dibangun dari 2012 dan rampung tahun 2015 dengan total pembiayaan Rp157 miliar dari dana APBN yang luasnya 70×8 M2, Trestle seluas 550×6 M2 dan Causeway seluas 310 x 6 M2.

Pelabuhan Tutukembong memiliki kapasitas dermaga yang baru sebesar 1.000 DWT dengan kedalaman kolam di depan dermaga (Faceline) sebesar 5 mLWS. Sedangkan fasilitas darat yang dibangun adalah terminal dan kantor seluas 250 M2, bangunan pos jaga 9 M2, dan rumah pompa dan genset 1 unit.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan pengumpan lokal, berfungsi sebagai prasarana bongkar muat barang dan penumpang serta sebagai prasarana kapal perintis. (PT/e)
Perhubungan 4369375792692653945

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# Kota Ambon

Indeks

# BERITA RAMADHAN

Indeks

# PILKADA MALUKU TENGAH

Indeks

# TNI - POLRI

Indeks

#ANEKA

Indeks

Kurs Mata Uang