Harga Telur dan Daging Ayam Kampung di Ambon Naik | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

Harga Telur dan Daging Ayam Kampung di Ambon Naik

BERITA MALUKU. Harga telur ayam ras dan daging ayam kampung yang ditawarkan para pedagang di pasar tradisional di Kota Ambon, Maluku memasuki hari ketiga puasa melonjak.

Hasil pantauan di lokasi pasar Mardika dan pasar Batumerah, Rabu (8/6/2016), pedagang menawarkan harga telur ayam melonjak hingga mencapai Rp1.600 dan Rp1.700/butir.

Sedangkan daging ayam kampung Rp125.000/ekor untuk jenis pejantan tergantung ukuran besarnya ayam atau naik dari sebelumnya Rp100.000/ekor, dan jenis ayam betina Rp65.000/ekor tergantung ukuran atau naik dari sebelumnya Rp60.000/ekor.

Dullah, pedagang telur ayam broiler di lokasi pasar Mardika mengatakan, harga telur ayam sudah naik di tingkat distributor yang mendatangkan dari Surabaya, juga terjadi perbedaan harga sebab ukuran telur ada yang kecil dan ada yang besar.

"Jadi kalau ukuran besar dibeli dengan harga 275.000/ikat (180 butir) maka kami jual dengan harga Rp1.700/butir, sedangkan harga Rp270.000/ikat kami jual Rp1.600/butir," ujarnya.

Memang, lanjutnya, perbedaan ukuran telur yang di jual di pasar Ambon sekarang ini agak jauh perbedaan ukurannya, jadi kalau terjadi perubahan harga itu sudah pasti.

Begitu juga dengan harga daging ayam kampung yang melonjak naik cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga daging ayam beku yang didatangkan dari Surabaya, kata Rustam.

Rustam mengatakan, harga daging ayam beku saat ini masih tetap normal yakni Rp30.000/kg, daging ayam pedaging asal lokal berkisar antara Rp45.000 hingga Rp55.000/ekor tergantung ukuran.

"Lain hal dengan harga ayam kampung jenis pejantan yang harganya cukup bervariasi mulai dari Rp110.000 hingga Rp125.000/ekor tergantung atau naik dari sebelumnya Rp90.000/ekor, sedangkan jenis betina Rp60.000 hingga Rp65.000/ekor itup[un tergantung ukuran," ujarnya.

Sedangkan harga daging sapi murni masih tetap bertahan yakni Rp90.000/kg.

Munir pedagang daging sapi mengatakan, belum ada perubahan, yang terjadi hanya permintaan agak menurun serjak pelaksanaan ibadah puasa.

"Dalam satu hari kami enam orang hanya berjualan 10 hingga 12 ekor saja saja, jauh dari hari-hari biasa yang mencapai 14 hingga 15 ekor sapi," ujarnya.

Nanti kita lihat menjelang perayaan idul fitri, lanjutnya, kalau tahun 2015 permintaan menjelang idul fitri mencapai 50 ekor, sudah pasti di idul fitri 2016 pasti meningkat.
Ekonomi 275966322521845022

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang