31 Diplomat Senior Kunjungi LIPI Ambon | Berita Maluku Online Berita Maluku Online
Loading...

31 Diplomat Senior Kunjungi LIPI Ambon

BERITA MALUKU. Sebanyak 31 orang diplomat senior dari Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (SESPARLU) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengunjungi Pusat Penelitian (Puslit) Laut Dalam LIPI Ambon, Senin (19/10/2015(.

Kunjungan 31 diplomat senior asal Indonesia, Kamboja, Myanmar, Republik Rakyat Tiongkok, Papua Nugini, Timor Leste, Republik Vanuatu, Vietnam dan Negara Melanesian Spearhead Group (MSG) dipimpin Direktur SESPARLU Odo Rene Mathew Manuhutu.

"Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui gambaran besar mengenai kebijakan Presiden, Jokowi dalam upaya pengelolaan kemaritiman, khususnya perikanan, sesuai dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," kata Odo Rene.

Kepala Puslit Laut Dalam, Augy Syahailatua dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai upaya dan penelitian yang telah dilakukan LIPI dalam pengelolaan kelautan dan perikanan di Indonesia.

Ia mengatakan laut berperan penting dalam ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian, tapi kurangnya infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi tantangan terberat pengelolaan kemaritiman di Indonesia, khususnya Maluku.

"Terdegradasinya daerah pesisir dan ekosistem laut menjadi isu strategis dalam pengelolaan kelautan, terutama kompleksitas dalam kebijakan di bidang perikanan, eksploitasi laut dan studi kelautan," ujar Augy.

Dikatakannya lagi, untuk Kota Ambon, pengelolaannya lebih banyak diutamakan pada penyelamatan teluk yang sebagian besar ekosistemnya telah mengalami kerusakan, di antaranya adalah semakin berkurangnya terumbu karang, vegetasi hutan bakau dan meningkatnya sedimentasi.

"Sedimentasi di Teluk Ambon bagian dalam terus mengalami peningkatan, begitu juga dengan terumbu karang yang dulunya bisa ditemukan di sekitar Desa Halong, sekarang sudah tidak ada lagi," kata Augy.

Para diplomat SESPARLU angkatan ke-15 itu terlihat tertarik dengan pemaparan tersebut. Mereka menanyakan berbagai hal terkait itu.

"Kita memiliki masalah yang sama, apa yang menyebabkan semakin meningkatnya sedimentasi di teluk?" tanya Diplomat asal Republik Vanuatu, Viranria Brown.

Menurut Augy, hal tersebut diakibatkan oleh tingginya aktivitas pembangunan di daerah perbukitan, sehingga banyak butiran tanah yang terbawa air hingga ke laut saat musim penghujan. (Ant/bm 01)

Kegiatan 5017776105650866037

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

# PILKADA KOTA AMBON

Indeks

# TNI-POLRI

Indeks

#PARIWISATA

# NASIONAL

Indeks

#ANEKA

Kurs Mata Uang